Jan 162019

Munir Terbunuh Setelah Menyatakan Prabowo Tidak Bersalah?

Munir Terbunuh Setelah Menyatakan Prabowo Tidak Bersalah?

Munir merupakan seorang aktivis yang membela dan memperjuangkan kemanusiaan serta kasus pelanggaran HAM secara aktif. Pria yang lahir pada 8 Desember 1965 ini memiliki prestasi luar biasa dalam bidang hukum semasa hidupnya. Namanya kian melambung saat ia berhasil menjadi orang terdepan yang selalu membela rakyat yang tertindas dengan sistem pemerintah Orde Baru. Munir harus menutup masa perjuangannya pada 7 September 2004 karena meninggal dalam penerbangan menuju ke Amsterdam untuk tujuan belajar.

Meskipun telah berlalu hingga 14 tahun lamanya, misteri kematian Munir seakan tidak menutup bersamaan menutup usianya. Hingga hari ini, orang-orang yang merasa ketidak adilan menggelayuti kematian Munir masih terus menuntut pemerintah dan keadilan. Beberapa waktu lalu, bahkan sebuah video lawas kembali diangkat dan muncul di berbagai lini masa media sosial. Dalam video ini nampak almarhum Munir serta Fadli Zon terlibat dalam sebuah wawancara. Tidak tersebar luas begitu saja, video ini bahkan dilengkapi dengan narasi berupa klaim atas kematian Munir yang terbunuh 1 bulan setelah wawancara dan kematian Munir yang dikaitkan dengan pernyataan Munir dalam wawancara terkait Prabowo yang tidak bersalah atas kasus pelanggaran HAM.

Dalam video yang beredar luar ini diketahui jika Munir seakan tidak setuju dengan ketidak adilan yang ditimpakan kepada Prabowo Subianto. Setelah dilakukan penelusuran, terbukti jika sumber arsip video ini memang disimpan dalam kanal Fadli Zon Library Youtube Channel dan diterbitkan pada 8 Mei 2014 dengan judul ‘Talk Show: Kerusuhan Mei 1998 Prabowo Tidak Terlibat’. Beredarnya video dengan klaim kematian Munir ini membuat publik kembali berspekulasi dan mengujinya.

Fakta Kematian Munir dan Klaim Hasil Wawancara dalam Video yang Beredar

Banyak fakta yang terkuak setelah investigasi lebih lanjut dilakukan untuk menguak kasus pembunuhan Munir. Berdasarkan hasil investigasi TPF (Tim Pencari Fakta), diketahui jika kematian Munir merupakan kejahatan konspiratif yang melibatkan pejabat negara hingga pihak Garuda Indonesia. Memperkuat dugaan adanya dalang dengan nama besar di balik kasus pembunuhan Munir, hasil penyelidikan TPF yang sebelumnya gencar diberitakan malah dikatakan telah hilang atau mungkin sengaja disembunyikan sehingga tidak diketahui oleh publik.

Pada tahun 2016 silam, pihak Kontras tempat di mana Munir memimpin dan melakukan pembelaan terhadap HAM menegaskan siap menggugat pemerintah apabila dokumen penting itu sengaja dihilangkan. Beredarnya video belakangan ini juga menjelaskan jika kematian Munir terjadi tepat 1 bulan setelah wawancara dilakukan. Pernyataan Munir mengenai ketidak terlibatan Prabowo dalam pelanggaran HAM kemudian diuji kembali, diketahui dari video yang beredar jika Munir tidak secara gamblang menyatakan jika Prabowo tidak bersalah.

Menurut Munir, Prabowo setidaknya membutuhkan proses pengadilan guna membuktikan dirinya tidak bersalah atau tidak terlibat dalam kasus penculikan yang dialami aktivis mahasiswa di tahun 1998 dahulu maupun kerusuhan besar pada Mei 1998. Singkatnya, klaim Munir terkait ketidak bersalahan Prabowo hanyalah sebuah kekeliruan dalam mencerna konteks wawancara yang saat semasa hidupnya pernah dilakukan Munir.


Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *