Jul 162018

4 Contoh Kesalahan Menulis Motivation Letter untuk Beasiswa yang Patut Dihindari

4 Contoh Kesalahan Menulis Motivation Letter untuk Beasiswa yang Patut Dihindari

Salah satu contoh kriteria motivation letter untuk beasiswa yang ideal adalah tidak berlebihan atau bertele-tele. Sayangnya, beberapa pelamar beasiswa masih melakukan sejumlah kesalahan yang dapat mengurangi peluang beasiswa mereka diterima. Simak beberapa kekeliruan yang sebaiknya kalian waspadai berikut ini.

  • Tata bahasa berantakan

Tidak banyak pelamar yang tahu bahwa tata bahasa dalam motivation letter dapat memperbesar maupun mengecilkan peluang pengajuan beasiswa mereka diterima. Sebagian dari mereka yang tidak tahu atau peduli terhadap aturan bahasa biasanya menulis seenaknya asal semua poin yang ingin mereka sampaikan tertuang. Hal ini tak hanya membuat reviewers kebingungan menangkap pesan dalam isi surat, tetapi juga menjauhkan kesempatan kalian mendapatkan beasiswa yang diincar.

  • Memakai bahasa informal

Masih berkaitan dengan bahasa, sebagian pelamar juga tidak sadar masih memakai bahasa informal, sedangkan surat motivasi termasuk berkas yang harus ditulis memakai bahasa formal. Pemakaian kata atau istilah gaul hingga singkatan menjadi nilai minus yang biasanya berujung pada penolakan lamaran. Akan lebih baik kalau kalian memeriksa beberapa contoh pemilihan kata dan istilah yang dipakai dalam pembuatan motivation letter beasiswa untuk menghindari kesalahan ini.

  • Kurang/tidak percaya diri

Kenyataannya, ada banyak pelamar beasiswa yang takut memperlihatkan kepercayaan diri. Akibatnya, para reviewer ikut ragu, karena mereka menganggap hal tersebut menunjukkan kalau pelamar tidak yakin atau malah tidak serius mengajukan lamaran tadi. Tidak ada yang salah dengan memperlihatkan rasa percaya diri kalian selama kapasitasnya tidak terlalu berlebihan. Pasalnya kalau terlalu percaya diri, para reviewers akan menganggap kalian sombong.

  • Mengeluh dan menyalahkan

Biasanya, pelamar juga akan diminta menuliskan kekurangan mereka dalam motivation letter beasiswa. Akan tetapi, alih-alih mencantumkan solusi untuk menghadapi kekurangan tersebut sebagai pendamping, mereka malah mengeluhkannya sampai menyalahkan keadaan. Tindakan ini justru mencerminkan kalau kalian tidak cakap dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Sementara reviewers menginginkan para pelamar yang siap berhadapan dengan situasi apa pun bersama kekurangan mereka.

Semoga empat kesalahan ini dapat kalian hindari dalam menulis dan dapat menjadi contoh motivation letter untuk beasiswa agar pengajuan beasiswa kalian dapat diterima.


Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *